Solo Traveling Itu..

Resize of DSCN1196

Saya sering luntang-lantung atau bahasa kerennya solo backpacking sendirian. Saya suka bahkan lebih suka jalan sendiri, tapi bukan berarti jalan bareng-bareng saya gak suka. Setiap cara ada kelebihan dan kekurangannya. Apa sih keuntungan dan ketidakuntungan jalan sendiri dibandingkan dengan jalan bareng-bareng menurut versi saya? Check this out! 

1. Jalan sendiri itu seperti self-defiance, menantang diri sendiri sejauh apa kita bisa dan berani untuk menghadapi sesuatu secara sendiri. Entah di jalan ketemu orang baik atau malah ketemu orang yang kurang baik (baca:jahat). Orang kurang baik banyak, tapi orang baik jauh lebih banyak kok.

2. Jalan sendiri itu melatih sifat bijaksana kita. You will be more tactfully to make decision. Iyalah kalian jalan sendiri jadi harus buat keputusan sendiri, mau hasil keputusannya salah atau benar ya resiko sendiri. Kalian gak perlu disalah-salahin kalo buat keputusan yang salah. Bebasss!

3. Jalan sendiri itu membuka kesempatan bertemu dan mengenal orang-orang baru selama di perjalanan. Pengalaman saya sih, selama jalan sendiri lebih banyak mendapatkan teman baru daripada saat jalan bareng teman-teman. Alasannya? Sederhana kok, biasanya orang yang berpergian sendiri cenderung mencari teman yang juga sendiri. Mereka sama-sama merasakan nasib menjadi solo traveler, jadi membuka komunikasi juga lebih enak.

4. Jalan sendiri itu gak perlu ribet konsolidasikan itinerary dengan travel mate. Kadang kalo jalan bersama teman, saya harus menekan ego saya untuk mengunjungi suatu tempat dan menggantinya dengan tempat yang pengen ia kunjungi. Mending kalo saya belum pernah ke tempat itu, nah kalo saya sudah berulang kali kesana? ZZZZZ

IMG_4071

Selain beberapa keuntungan tersebut, kerugian jalan sendirian menurut saya yaitu :

1. Jalan sendiri itu repot kalo kita tiba-tiba sakit di tengah jalan. Gak ada yang beliin kita obat, gak ada yang nyuapin kita, dan gak ada yang merawat kita. Dulu pernah kejadian waktu ke Bali dan sakit demam tinggi, tapi untungnya ada yang ngerawat donk.

2. Jalan sendiri itu repot kalo kita mau ke toilet. Toilet itu umumnya sempit, repotnya kalo mau ke toilet bawa tas backpack besar itu sudah berulang kali saya rasakan. Mau ditinggal di luar toilet was-was, takut ada yang bawa kabur tasnya, walaupun gak ada yang berharga banget sih, kecuali itu tas udah dibawa jalan-jalan kemana-mana, jadi kenangannya banyak. Biasanya solusinya saya bawa rantai gembok sepeda, tas saya kaitin ke pagar atau bangku dekat toilet trus saya kunci pakai rantai itu.

3. Jalan sendiri itu pasti lebih sedikit foto sendirinya daripada jalan sama teman. Pasti butuh bantuan orang untuk minta foto, nah iya kalo lagi di tempat yang banyak orang bisa gampang minta foto. Kalo kebetulan lagi di daerah yang sepi dan bagus banget, mau minta fotoin ke siapa? Senjata satu-satunya ya bawa tripod. Tapi repot kan, gak praktis.

Begini saat jalan sendiri, harus usaha foto sendiri
Begini saat jalan sendiri, harus usaha foto sendiri

4. Jalan sendiri itu kadang ngeluarin biaya yang lebih besar. Ketika tinggal di hotel dengan kamar sendiri yang seharusnya bisa dibagi 2 harganya dengan travel mate, harus ditanggung sendiri. Ketika mau sewa kapal untuk keliling pulau-pulau kecil, harus ditanggung sendiri.

Yah begitulah untung-ruginya solo traveling. Terkadang enak terkadang pahit banget. Tapi bagaimanapun, solo traveling patut dicoba, lho!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s