Posted in Overseas

The Hype of Los Angeles

Los Angeles merupakan kota kedua terbesar di Amerika setelah New York City, Los Angeles kerap disebut sebagai ibu kota hiburan dunia. Tidak heran sebutan itu dinobatkan kepada kota terpadat di negara bagian California ini mengingat perannya yang signifikan pada perfilman dunia. Hollywood merupakan salah satu bagian dari Los Angeles yang jadi pusat industri film di Amerika. Sebut saja beberapa rumah produksi dari industri film dunia, punya markas utamanya di Hollywood; Walt Disney, Warner Bros, Sony Pictures, Universal Pictures. Belum lagi perusahaan film lain yang jumlahnya banyak banget.

IMG_9539
Hollywood Blvd kala malam minggu.Packed.

Excited!

Sudah enam jam lebih perjalanan dari Monterey menuju LA yang juga berada di negara bagian California, tapi tanda-tanda memasuki kota pusat hiburan dunia ini belum nampak. Duduk berlama-lama di dalam van udah nggak betah, segala posisi duduk udah dicoba, mulai dari hadap kiri, hadap kanan, tapi nggak sampai hadap Yang Maha Kuasa. Yaowoh jangan sampe dong. Tak lama, kemacetan di jalan tol menjadi penanda bahwa saya hampir mencapai LA. Hype dari LA udah terendus nih, iya LA itu Los Angeles, bukan Lenteng Agung ya.

Imaji saya langsung mengingat beberapa film yang pengambilan gambarnya di Los Angeles. Sebelumnya saya sudah browsing beberapa lokasi syuting film di Los Angeles di http://www.movie-locations.com , lumayan dapat beberapa catatan spot lokasi film di Los Angeles. Saya juga iseng browsing lokasi dimana biasanya bintang-bintang Hollywood sering berkeliaran kalo di Los Angeles, cukup sering saya buka http://www.starsightings.com untuk lihat update lokasi para bintang Hollywood terkini. Berharap banget bisa nggak sengaja ketemu Matt Damon, ya saya emang fans film-film yang dilakoninya, terutama perannya sebagai Jason Bourne. Saya norak? Nggak kan yah. In the end, nggak ada satupun lokasi film yang saya datengin, apalagi ketemu artis disana. Nampaknya lebih menggiurkan setan belanja di ROSS yang barangnya murah-murah banget daripada nyariin lokasi film atau artis. HAHA.

IMG_9531
Matt, cuma bisa lihat tapak tangan dan sepatumu aja. Ini nggak asik.

Kunjungan singkat di LA ninggalin beberapa catatan buat saya, seenggaknya ini yang paling saya ingat:

1. Homeless. Los Angeles nggak beda sama Lenteng Agung, bukan berarti kota besar, gemerlap dan metropolitan lantas bebas dari homeless. Not at all, justru ada banyak banget homeless di LA, hampir setiap titik saya jalan selalu lihat lelaki atau wanita berjalan tergopoh-gopoh dengan mendorong kopernya, lalu duduk di sudut jalan. Bedanya kalo di Lenteng Agung yang dorong-dorong gerobak itu sekeluarga, bapaknya di depan, ibunya di belakang, dan anak-anaknya di dalam gerobak. What a life!

2. Give me your money. Bukan saya nggak sadar kalo ini di Amerika, tapi kalo lagi jalan kaki trus dicegat sama pria kulit hitam, tinggi lebih dari 180 cm, pake kaos kutang putih, kalung rantai sebesar kepalan tangan dan dia langsung bilang, “Man, I need money…give me some money!” rasanya ngeri-ngeri sedap juga. Ya itu kejadian sama saya di dekat Hollywood Blvd yang ramai banget. Lalu apa yang saya lakukan? Saya berlagak nggak bisa Bahasa Inggris dengan bilang,”No English..No English..”. Berharap dia segera menjauh, eh ternyata dia juga nggak kehabisan akal, dia nyoba pake Bahasa Spanyol, mungkin dikiranya saya orang Mexico. Nggak mempan bruh! Karena saya emang beneran nggak ngerti Bahasa Spanyol. HAHA. Akhirnya dia menjauh juga sambil nyerocos dengan kata andalan, “Pak yuh!”. Sebodo.

3. American style. Ceritanya saya lagi jalan di Hollywood Blvd saat malem minggu, ada beberapa bar di sepanjang Hollywood Blvd yang rame banget sama pengunjung, kalo nggak salah waktu itu ada final pertandingan wrestling. Di depan bar ada gerombolan cewe berdandan sexy yang juga pengunjung bar asik ngobrol sama teman-temannya. Lalu ada mobil van yang isinya beberapa cowo Asia berhenti di samping cewe-cewe tadi, pentolan cowo di mobil van tadi teriak kenceng banget ke arah cewe, “HEY BITCHESSS!!” Buset! Saya udah ngira bakal dilempar heels lancip nih cowo kampret, taunya salah satu cewe cuma bilang gini, “Excuse me?! I’M BITCHES?? YOU BITCHESSS!!” sambal ketawa kenceng. Trus cowo-cowo di mobil van ketawa-ketawa sambal pergi, ninggalin saya yang bengong. No hurt feeling at all. Kalo di Indonesia kejadian gini udah didamprat bolak balik plus dibuatin laporan perbuatan tidak menyenangkan ke polisi itu cowo. Adalagi kejadian nggilani lagi yang buat saya terheran-heran, ceritanya ada mobil SUV yang berhenti di traffic light, pengendaranya cowo Kaukasian, lalu ada pria kulit hitam (sebut aja Nigga’) yang pegang hp (saya duga dari posisinya lagi buat video) nyamperin ke depan mobil dan teriak-teriak nggak jelas sambal gebrak-gebrak kap mobil sambil pamer ke teman-temannya yang ada di pinggir jalan. Cowo di dalam mobil cuma geleng-geleng. Yo bruh, better to adjust your mind with the American Style.

4. Kendaraan aneh berseliweran. Baru kali ini saya up and close dengan sedan limousine yang panjangnya sekitar 6 meter, ada juga saya lihat Humvee limousine. Ada mobil ala batmobile, ada mobil ala Fast and Furious, dan lainnya yang aneh-aneh. Lucunya ini mobil cuma mondar-mandir sepanjang jalan Hollywood Blvd, kayanya mau pamer ke orang-orang…I own this car, you not.

5. Adegan penyergapan polisi. Entah ada kejadian apa di salah sudut jalan Hollywood Blvd, cuma saya sempat lihat ada adegan penyergapan dan penggeledahan polisi LA yang mirip banget kaya di film dan dimana si polisi ngucapin Miranda Rights sambil borgol tangan tersangka; You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to have an attorney present during questioning. If you cannot afford an attorney, one will be appointed for you. Pasti pernah denger deh di film ucapan itu.

IMG_9583

6. Charlie Chaplin, Michael Jackson, dan Elvis Presley hidup lagi. Tapi ini cuma tiruannya aja. Ada banyak orang yang berdandan ala tokoh-tokoh tertentu di sepanjang Hollywood Blvd. Mereka dengan senang hati berfoto dengan siapa saja. Gratis? Bayar dong! Sebenarnya nggak ditetapin tarif tertentu buat foto, cuma tips aja. Saya awalnya ngira ini gratis, liat-liat tokoh mirip Elvis Presley, bawa gitar dan mic, trus dia dengan ramah nyamperin dan ngajak foto. Wah asik juga. Setelah beberapa pose foto, dia berbisik, “Where do you come from, bro? Don’t forget my tips”. Errrr, akhirnya selembar USD 5 berpindah dari saku saya ke dia. Tau bayar gitu saya milihnya foto sama tokoh cewe yang pake baju polisi sexy!

7. In-N-Out Burger
Harus banget makan di In-and-Out Burger. Saya nggak perlu kasih alasannya, pokoknya harus banget deh. Waktu saya lagi beli In-N-Out, ada yang ngobrol sama saya kalo dia terbang jauh-jauh dari Florida di East Coast ke Los Angeles di West Coast, cuma mau lakuin 2 hal: makan In-N-Out dan makan In-N-Out lagi.

Masih ada beberapa bagian cerita tentang City of Angels. Lanjut nanti ya. Adios!

Advertisements

Author:

My shadow leads me to places I've never been visited..It is faith and desire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s